pembangunan

SEKRETARIAT

JL. Cipto Mangun Kusumo No. 1
Probolinggo - Jawa Timur

PHONE  +62 (0335) 432-024

  E-MAIL  gkjwpro@gmail.com

Hits: 932

 

Berita injil di kota Probolinggo sudah terdengar sebelum tahun 1930. Berita injil terdebut dibawa dalam bentuk puji-pujian dan kotba-kotba oleh rohaniawan Kristen.

Adapun waktu itu jumlah orang-orang Kristen masih sedikit. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat dan kehausan tentang Firman Tuhan. Maka di adakan persekutuan setiap hari minggu di greja melayu ( sekarang greja GPIB ) dengan bahasa Indonesia sebagai pengantar, dan di ikuti oleh bermacam-macam  golongan dan suku. Persekutuan tersebut di layani oleh pendeta belanda dari Surabaya. Tepat pada tahun 1930 baru dilayani oleh  guru injil yang bernama  bapak Asriban.

Karena sudah diangap perlu maka sekumpulan suku jawa dalam persekutuan tersebut membentuk suatu komunitas persekutuan sendiri, yang dimotori keluarga bapak Sarinoto / ibu Marinten dan Keluarga bapak Moetojo. Pelayana ibadah di laksanakan di rumah jemaat  (karena pada saat itu belum punya gedung greja sendiri ) yaitu di jalan Arabische street ( sekarang jalan Suyoso ) Yang dilayani oleh guru injil Bapak Darmoadi.

Ini adalah cikal bakal berdirinya Jemaat GKJW Probolinggo. Kemudian Pada tahun 1933 pelayan jemaat  dig anti oleh guru injil bapak R. Wiryodarmono, dan tempat ibadah di pindah di jalan Malaise Street ( sekarang jalan Kartini ).  Pelayana Jemaat Pada waktu itu di koordinir oleh pendeta Belanda yang bernama BWG Gramberg  yang berkedudukan di Surabaya. Pada saat itu sudah dibentuk Road jemaat  (majelis jemaat ) yang terdiri dari 5 orang dan di ketuai oleh guru injil.

Dari waktu ke waktu jumlah jemaat semakin banyak sekitar 30-50 orang setiap kebaktian minggu, maka dalam rapat majelis pada tanggal 11 juni  1933 menetapkan untuk mendirikan gedung greja . Kemudian pada tanggal 10 juli 1933 jemaat membeli sebidang tanah dengan harga 230 Gulden yang diambil dari kas jemaat.

Kemudian di laksanakanlah pembangunan gedung greja tersebut dengan menelan biaya 2120,185 Gulden. Adapun dananya diperoleh dari swadaya jemaat dan pinjaman dari Freeds Fouds sebesar 1000 gulden yang harus di lunasi selama 5 tahun denga bunga 3% pertahun. Dengan bantuan dari Bupati Kanjeng Tumenggung R. Poedjo Gandru (pada saat itu ) dan swadaya jemaat  maka pinjaman tersebut dapat di lunasi. Pada tanggal 18 Maret 1934 gedung  Greja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ) telah resmi digunakan sampai sekarang.

 

Berikut Para Pelayan – pelayan jemaat probolinngo dari tahun 1933 sampai  sekarang

  1. 1930-1933 Oleh Bapak guru Injil Darmoadi
  2. 1933-1937 Oleh bapak guru Injil R. Wiryodarmono
  3. 1937-1938 (tidak ada bukti sejarah dan masih di cari )
  4. 1938-1939 Oleh bapak guru Injil dari jemaat Pasuruan selaku konsulen ( nama nya masih di cari )
  5. 1939-1941 Oleh bapak Sayogya
  6. 1941-1944 Oleh bapak Pdt. R Noegroho
  7. 1944-1945 Terjadi pencobaan besar oleh tentara jepang. Bapak Pdt R. Noegroho di tangkap.
  8. 1945-1950 Oleh bapak Pdt. R. Noegroho ( setelah di bebaskan oleh tentara jepang)
  9. 1951-1953 Di layani sendiri oleh jemaat
  10. 1953-1955 Oleh bapak guru Injil Rinekso
  11. 1955-1963 Oleh Pdt. R. Sutejo Waringin
  12. 1963-1964 Oleh Pdt. Prawiro Akas
  13. 1964-1965 Dilayani oleh majelis jemaat sendiri dan dilanjutkan oleh bapak Pdt. Widayat Mistro selaku vikaris
  14. 1966-1980 Oleh bapak Pdt. Widayat Misro setelah di tahbiskan menjadi pendeta.
  15. Awal 1980-Juni 1980 Oleh bapak Vikaris Sri Hardhianto S.Th
  16. Juni 1980-November 1989 Oleh bapak Pdt Widodo Kamso
  17. November 1989-Agustus 1990 Oleh bapak Pdt M.Andreas selaku pendeta konsulen
  18. 12 Agustus 1990-8 Mei 2001 Oleh bapak Pdt. Nuri Adiwijoto Sm.Th
  19. 8 Mei 2001 - Agustus 2008 Oleh bapak Pdt Hari Purwantoko, STh
  20. Agustus 2008 - 15 Oktober 2017  oleh bapak Pdt. Setyobudi Kristianto, MMin
  21. 5 November 2017 - sekarang oleh  Pdt. Patria Yusak, S.SI

 

Para Pendeta GKJW Probolinggo

Copyright © 2018, GKJW Probolinggo. All Rights Reserved.

Design by: GKJW Probolinggo