pembangunan

SEKRETARIAT

JL. Cipto Mangun Kusumo No. 1
Probolinggo - Jawa Timur

PHONE  +62 (0335) 432-024

Roma 12:9-20-21


Setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk melayani pekerjaan Tuhan. Pekerjaan yang dipercayakan kepada setiap kita beragam sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Orang-orang yang dilayani juga berbeda sifat dan karakter. Oleh karena itu dibutuhkan sikap yang sesuai alkitab untuk menunjang pelayanan agar pelayanan dapat berhasil dan berdampak. 

Sikap yang harus dimiliki:

1. Memiliki sikap mengasihi (ay.9-10)
Mengasihi adalah syarat utama dalam melayani pekerjaan Tuhan. Setiap orang bisa melayani, namun pelayanan yang tidak dibarengi dengan sikap mengasihi tidak mungkin memuliakan Tuhan dan berdampak untuk orang lain. 

2. Memiliki semangat (ay.11)
Melayani Tuhan bukan berarti bebas dari permasalahan. Namun semakin melayani dengan baik maka semakin banyak rintangan yang datang; dari dalam (keluarga) maupun dari luar (jemaat, rekan sekerja) yang sering kali dapat melemahkan. Oleh karena sadar ada rintangan dan halangan maka sikap yang harus diambil adalah tetap bersemangat. Semangat merupakan bahan pengerak untuk terus maju. 

3. Memilki ketabahan dalam kesesakan (ay.12)
Ada kalanya Tuhan ijinkan ketika kita melayani dengan setia, namun hidup dalam kekurangan, mengalami sakit penyakit, tidak dihargai pelayanan yang kita lakukan baik oleh orang lain maupun jemaat sendiri. Dibutuhkan ketabahan dalam mengatasi masa-masa sukar. Ketabahan adalah kunci untuk dapat melangkah maju meskipun terasa sukar dan berat. 

4. Memiliki kemurahan hati (ay.13)
Kemurahan hati sama dengan memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain. Membuka tangan bagi yang membutuhkan dan tidak menutup mata kepada kesusahan orang lain. 

5. Memberkati dikala disakiti (ay.14)
Kecendrungan kita sebagai manusia adalah membalas setiap perlakuan yang tidak menyenangkan. Namun ketika kita memilih sebagai pelayan Tuhan maka kita harus melepaskan hak kita untuk membalas. Hal ini dikarenakan pembalasan itu adalah haknya Tuhan.

Menahan diri...
Bukan hanya sabar dan tabah menanggung sakit dan derita.
Tetapi lebih sabar dan tidak tergesa-gesa menilai orang lain bahkan menghakimi mereka karena sebuah sikap atau tindakan yang belum atau tidak dapat dipahami dari orang tersebut.

Pengetahuan tidak sama dengan kebenaran, meskipun hal tersebut juga penting diterima. Kita tidak mengerti dan memahami sepenuhnya apa yang melatar belakangi dan menjadi motivasi dari tindakan seseorang yang kemudian dapat disalah pahami dan disalahartikan.

Memasuki masa pra paskah kita kita diajak untuk menghayati rancana dan karya penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus yang tidak dimengerti dan bahkan disalahpahami oleh murid-murid dan orang banyak. Kebaikan dan cinta kasih bahkan derita dan jalan sengsara Kristus yang ditolak oleh manusia.

JIka tidak mengerti mintalah dengan rendah hati hikmat (Yak 1:5). sebuah ketulusan dari hati yang baik dapat menjadi hal yang sia-sia bahkan menjadi pertentangan bila mana yang menerima kebaikan dipenuhi prasangka buruk dan kebencian.

Bantulah mereka yang berkendak baik menolong sesamanya untuk dapat mengungkapkan dengan tepat kebaikan hatinya kepada orang-orang yang ia cintai.

jadilah teman dan sahabat bagi mereka yang disisihkan atau diabaikan bahkan diolok-olok karena apa yang mereka tidak dapat mengungkapkan atau menemukan cara yang baik untuk menyatakan ketulusan kasih mereka kepada sesamanya.

Bersabarlah dan jadilah kuat terhadap kelemahan dan kekurangan orang lain sebab demikian Kristus memberi kemurahan dan bersabar atas kelemahan dan kekurangan kita sampai kita menemukan pintu pengampunan dan mengenal kebenaran. (Mat 18:15)

Berhentilah untuk tidak meneruskan apa yang membuat orang lain semakin terluka dan dihakimi. Mari belajar membalut dan mengobati luka-luka bathin mereka demi sebuah kehidupan dan relasi dengan sesama yang lebih baik di masa depan.

 

OLEH : PDT. PATRIA YUSAK

Copyright © 2018, GKJW Probolinggo. All Rights Reserved.

Design by: GKJW Probolinggo